Weekend kemarin…

Sudah 2 weekend berturut-turut Sabtu saya diisi dengan kondangan. Namun kondangan yang kali ini lebih istimewa karena saya harus ke Bandung untuk menghadirinya. Pulang dari kondangan sudah malam hari, tak mungkin juga untuk langsung pulang ke Jakarta kan? Maka saya memutuskan untuk menginap semalam di Bandung.

Sebenarnya saya sudah lama mendengar adanya Bed and Breakfast dengan interior lucu menggemaskan di Bandung. Salah satunya yang sedang hits dan hampir tak mungkin mendapat kamar saat weekend adalah Oliver Hostelry di Ciumbuleuit. Saya malah belum pernah mendengar tentang Triple Seven Bed and Breakfast sampai seorang teman mengajak saya untuk menginap di sana selama weekend kemarin.

Dan untung saya nurut!

Pertama karena rate harganya ramah di kantong sih. Di bawah 500.000 rupiah aja. Tapi memang dari beberapa travel blog yang saya baca, Triple Seven ini tak terlalu populer karena: Letaknya terlalu dekat dengan bandara. Saking dekatnya, suara pesawat landing dan take off itu kenceng banget sih. Tapi untungnya bandara Bandung gak rame-rame banget ya, jadi ya masih oke buat saya.

Begitu nyampe, langsung disambut dengan suasana yang adem di lobby seperti ini. Gak cuma lobbynya yang adem, ruang tunggu di sebelah lobby juga menyenangkan buat ngaso sebentar nunggu giliran check in. Ruangannya penuh dengan pernak-pernik lucu yang bikin tangan segera sigap mengambil smartphone buat foto-foto. Instagramable banget istilahnya sekarang.

Oh iya, siapkan uang Rp 50.000 buat jaminan kunci saat check in. Uangnya dibalikin kok pas check out. Kayaknya karena sering banget kasus kunci ilang ya di sini.

Nah ini kamar saya.

IMG_2449

Nice ya? Saya suka banget sama kamarnya. Cukup luas dan lega plus bersih pula. Colokan cabang tiga juga sudah langsung ada. Colokan cabang tiga ini penting banget lho kalo lagi traveling sama teman biar gak jadi cemberut-cemberutan karena rebutan colokan buat ngecharge. Ya kan? Makanya seneng banget ketika colokan cabang tiga ini sudah tersedia.

Kamar mandinya sempit tapi bersih dan nyaman. Showernya ada air hangat pula. Penting kalo buat stay di Bandung. Memang sih banyak yang bilang Bandung sekarang udah gak sedingin dulu. Tapi buat saya yang udah biasa dengan cuaca Jakarta, Bandung akhirnya ya terasa dingin juga. Oh iya, dikasih shampoo dan sabun cair serta mendapat 2 handuk seukuran badan dan keset kamar mandi.

IMG_2453.JPG

Jendela kamarnya cukup besar. Tapi jangan ngarep akan dapat pemandangan kota Bandung ya. Karena letaknya di tengah perumahan, maka pemandangannya tentu saja adalah tembok rumah orang 😀 dan jangan ketipu juga sama bentuknya. Saya pikir kalau saya menutup rapat tirainya maka mata saya akan terlindung dari silaunya sinar matahari pagi yang masuk ketika bangun pagi-pagi. Ternyata? Nggak jugaaaa…karena besar dan tirainya putih, maka walaupun lampu kamar dimatikan, ya silau-silau aja tuh.

IMG_2443

Tapi meja di bawah jendela ternyata enak juga dipake kerja. Plus karena internetnya lumayan kenceng sampe kamar. Beda dengan teman saya yang mendapat kamar di lantai dasar, justru koneksinya lebih susah. Padahal begitu jalan dikit ke lobby, langsung bagus. Aneh ya? Kamar saya yang di lantai 2 justru lancar koneksinya. Sayangnya, saya baru tau kalo koneksinya kenceng pas udah mau check out. Huhu. Padahal, koneksi sinyal provider di kamar saya lumayan kacrut terutama sinyal XL. Kalo Telkomsel sih alhamdulillah lancar jaya.

 

Seperti halnya hotel-hotel kekinian, maka dindingnya tak lepas dari sentuhan mural. Begitu buka pintu kamar, maka saya disambut mural panda cantik.

Begitu turun tangga, ada mural rusa di ujung tangga. Mural-mural cantik ini sayangnya, tidak satu gaya. Memang sih masih dalam satu tema yaitu hewan alam liar. Tapi menurut saya, akan lebih cantik lagi bila mural-mural ini digarap dengan satu gaya. Tentu saja ini semua kembali ke selera.

Cuci matanya gak cuma dengan ngeliat mural. Ruangan buat sarapan di sebelah lobby juga menarik buat ditengok. IMG_2430

Sayangnya karena kafe sedang tutup, maka belum bisa sarapan di sini. Sarapannya diantar ke kamar semua. Namun menurut mbak resepsionis, ruangan ini gak cuma dipake buat sarapan, tapi juga sering dipakai kerja oleh para penghuni hotel. Wow, saya langsung kebayang para digital nomad bisa bekerja dari mana pun.

Mengenai sarapan, jangan khawatir. Sekitar hotel Triple Seven ada banyak banget penjual makanan enak. Kebetulan letak Triple Seven ini dekat dengan gereja yang ramai di Minggu pagi, walhasil warung sekitar gereja banyak menyajikan makanan sarapan yang enak-enak. Nasi kuning, bubur hingga nasi uduk tersedia. Kalau mau menjelajah lebih jauh rasanya ada lebih banyak makanan-makanan menarik, tapi karena kemarin saya bangunnya saja sudah siang, maka setelah sarapan (brunch lebih tepatnya) maka saya kembali ke kamar untuk packing.

Well, all in all, Triple Seven oke juga buat didatangi kalau kamu hendak menikmati weekend di Bandung dan tempat-tempat yang akan kamu datangi berada di tengah kota Bandung. Di sekitar hotel banyak penjual makanan enak, deket banget sama mall baru Paskal 23, Istana Plaza dan Living Plaza (kalo gak salah namanya), transportasi mudah. Minusnya bisa jadi koneksi wi fi yang gak merata di setiap kamar, suara berisik pesawat landing dan take off, serta macet menuju dan meninggalkan hotel. Ya iyalah di tengah kota sih. Tapi untuk budget di bawah 500 ribu, oke juga sih.

Aduh jadi pengen ke Bandung lagi buat nyobain Bed and Breakfast yang lain. Hm, nginep di mana lagi ya?

 

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s